Langsung ke konten utama

Yuk Bersyukur yuk

Hai apa kabar temen-temen semua?^^ Semoga sehat-sehat selalu dimanapun kalian berada.. Kali ini aku ingin membagikan hasil produktifitasku selama masa pandemi covid-19 *iya ini di Juni 2020:( kita doakan bersama supaya bumi segera pulih......aminn* Yahh walaupun sepertinya banyak masalah dan kekesalan di dalam batin, entah karena kondisi sekarang, karna orang di sekitar kita, atau apapun yang membuat kita ingin mengeluh dan menggerutu.. It's oke untuk merasa kesal dan kecewa, namun jangan lupa bersyukur yak, karna seburuk apapun kondisi kita, selalu saja ada sesuatu untuk kita syukuri. Walaupun kita tak punya satupun hal di dunia ini, namun kita masih dan slalu punya Ia yang mengasihi kita senantiasa:) Yukk nyanyi bareng,  sambil main alat musik makin asique~

Kunaikkan Syukurku - NDC
•lirik dan not angka•
//notes: tanda "*" artinya nada tinggi, misal 1* = 1 titik atas = do tinggi//

[Verse]
2 5 5 3 2 6 7 7
Kasih yang begitu besar
5 7 1* 7 5 6 5 3 2
Lebih kuat dari dosa
2 5 5 3 2 6 7 7
Kasih yang menemukanku
5 7 1* 7 5 5 3 6
Slamatkan dan pulihkanku

5 5 5 5 5 2* 2*
Ku naikkan syukurku

[Chorus]
7 7 7 6 5 5 3
Ku tak akan berhenti
2 5 3 2 6 6 5 6 7 6
Memuji meninggikan nama-Mu
5 5 3 2 5 3 2 6 7 6 5
Selalu menari memuliakan-Mu

5 5  6 7 5 5 2* 7
Dibebaskan dibangkitkan
7 6 5 5 3 2 5 3 
Hidup yang kau bri dan kini
2 7 7 6 5
Hanya untuk-Mu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

Lantas, Mau Dibawa Kemana?

 "Dosa dunia hapuslah Oleh kasih-Nya yang Kudus Aku pun dibasuh-Nya Oleh darah-Nya yang kudus" — Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) 38 Artikel ini ditulis tepat saat Hari Raya Paskah, 5 April 2026. Ini adalah perayaan Paskah ke 26 yang kualami dalam hidupku. Kalau ditanya wartawan, bagaimana perasaanku saat ini? Ada senang, semangat, karena merayakan kebangkitan Tuhan Yesus, tapi di balik itu, ada bingung, mau di bawa kemana semangat ini? Beberapa detik ada takut kalau nanti jatuh ke lubang yang sama, takut kalau aku 'menyangkal'-Nya lagi, takut dengan pencobaan dan ujian-ujian iman di waktu mendatang, yang membuat berpikir "kalau bisa segera aja datang kembali laginya ya Tuhan" hahah Menulis ini pun gatau mau arahnya kemana, tapi rasanya seperti ada dorongan untuk memulai menulis kembali, sengelantur apapun itu, wes, Tuhan yang pimpin. Aku diingatkan, kalau Tuhan gaminta aku 'membayar utang', Dia sudah melunasi-Nya, toh sampai sebaik apapun aku, tidak ak...