Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam.
Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan itu tersumbat.
Masalahnya, apa yang bisa kulakukan sekarang? Aku, seonggok manusia yang kesulitan buang air besar di jam sahur. Mau ambil minum, tapi sudah sudah ada 1/3 bagian yang menggantung di ujung. Mau minta tolong orang lain, mau panggil mama, tapi buat apa? Ujung-ujungnya diminta minum air dan menambah rasa khawatirnya, atau lebih ke rasa marah kar'na sudah membangunkan di tengah tidur berkualitasnya. Apalagi panggil damkar. Memang damkar bisa membantu masyarakat dalam berbagai banyak hal, tapi sangat tidak recomeded untuk kasus seperti ini. Mereka akan muring dan akan mengurangi pahala mereka. Mengurangi pahala orang lain = menjadi batu sandungan sesama = Tuhan tidak senang = kalo nakal-nakal nanti dijewer.
Kalau tidak bisa mengandalkan orang lain, berarti mengandalkan diri sendiri? Tapi aku takut kena ambeien kalau terlalu memaksa mendorong. Perlu mendorong dengan presisi. Sungguh penuh resiko.
Jadi, yang bisa kulakukan satu-satunya adalah minta tolong pada Tuhan. Mungkin terdengar berlebihan, tapi benar-benar aku merasa penyertaan Tuhan paling ajaib adalah ketika dilancarkan untuk pup. Aku tidak tau apa ada kasus orang meninggal karna kesulitan pup, tapi momen sulit itu benar-benar menggelisahkan dan penuh resiko, setidaknya menurutku.
Anggap saja ini hal yang sepele, tapi untuk hal sepele ini aja Tuhan mau menolong, apalagi untuk hal-hal kritis yang bisa berakhir pada kematian sesungguhnya, baik kematian fisik maupun rohani.
Kuncinya adalah tetap tenang, andalkan dan nantikan Tuhan. Bilang ke Tuhan kalau kita perlu bantuan-Nya. Mungkin suara-Nya tidak sejelas yang kita inginkan. Kadang berupa ingatan kilas balik yang membuat kita tenang, kadang seperti mendengar suara dari dalam diri kita sendiri yang mengingatkan, kadang Dia mendatangkan orang lain untuk membantu, bisa juga kita diarahkan untuk mencoba kembali dan tiba-tiba jadi bisa.
Moga kita semua tidak cepat menyerah, tapi selalu berserah. Coba lagi, kali ini sama Tuhan. Fighting!!
Komentar
Posting Komentar