Happy niu year duniaa
Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v
Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau panggil.." "DUH TUHAN kalo jadi Kau, aku bakal buat kehidupan ini lebih menyenangkan"
Tahun yang penuh dengan keluhan ya. Kita ingin sekali dibebaskan dari perasaan-perasaan tidak nyaman, dari kehilangan, kekecewaan, kekhawatiran, sampai rasa sakit punggung yang udah seperti "mo meninggal".
Seakan di bumi dipenuhi tangisan, meanwhile di surga lagi berbahagia banget karena buanyakk orang-orang baik yang akhirnya datang dan menetap di sana. Mungkin orang-orang yang masuk surga di masa pandemi ini begitu masuk gerbang surga berucap, "YESSS, AKHIRNYA, PENDERITAAN INI BERAKHIR WOOHOOO" sambil joget
Ya, itu merupakan cara menghibur orang2 yang ditinggalkan di bumi, tapi tentu it's okay untuk menangis dan bersedih. Itu menunjukkan betapa berharganya orang yang meninggalkan kita tersebut. Tapi, tentu orang yang sudah bahagia di atas sana bakal ikut greget kalau kita sedih terus, mungkin dia bakal bilang, "HEE kok sedih terus sih, aku bahagia di sini, gausa buang-buang air matamu. Ayo kerja/belajar yang bener! Jadi manusia yang bener! Kuatkan imanmu!! Ada Tuhan alias Yang Punya Surga ini, Dia juga ada di samping kamu itu, jangan didiemin!! Ajak ngobrol Dia, maka kamu juga akan merasakan secercah kedamaian seperti yang aku rasakan sekarang di sini!"
Diantara kesedihan dan kemarahan, ada pula sesuatu yang sangat disukai manusia yang mungkin tidak akan bisa terjadi jika tidak melalui peristiwa pandemi global ini. Iya, kerja dan belajar sambil rebahan!
Kapan lagi menyelamatkan negara lewat rebahan di rumah aja!:v
Kalau buat aku pribadi, mohon maaf tapi jujur aku suka poll sama tahun ini TT jiwa introvert ini amat sangat terpuaskan. Kapan lagi enggak harus bahkan gabole ketemu orang selain orang rumah dan orang lain juga gabisa dan gaboleh berkunjung ke rumahku. Aku merasa imajinasi ngawurku jadi nyata TvT rebahan all day, nonton all night, just me and ma roomm. (mohon maaf sekali lagi, ga bermaksud bahagia diatas penderitaan orang lain TT tentu hatiku juga hancur denger keadaan orang2 lain yang bersedih..)
Tapi kenyataannya, aku gak sebucin itu dengan jiwa introvertku, dan aku amat bersyukur atas itu.. Aku tetep ambil beberapa kesempatan untuk bertemu dengan orang secara virtual, dan rasanya nggak kalah menghabiskan energi dengan ketemu langsung. Hal yang aku syukuri di tahun ini adalah hal yang aku takuti pula sebelum melakukan hal tersebut. Keluar dari zona nyaman memang sulit, tampak mustahil, merepotkan, capek, tapi worth it. Namun, di tahun ini aku juga diingatkan keras, bahwa gak sekedar keluar dari zona nyaman. Gak semua hal "keluar dari zona nyaman" itu buat aku. Tuhan sudah rancangkan porsinya sendiri. Kalau aku ambil semua, mungkin aku merasa mega-super-ultimate worth it, tapi apa Tuhan disenangkan? Hidup itu untuk apa sih? Buat merasa diri ini hebat? Buat pembuktian kalau aku teladan yang baik? Atau, untuk mengerjakan rencana dan panggilan dari Tuhan?
Orang hebat, orang yang jadi teladan, itu banyak di dunia ini. Tapi orang yang hidupnya mengerjakan apa yang Tuhan rancangkan bagi dirinya, itu hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Orang hebat yang ambil semua hal yang bisa makin mengembangkan dirinya, tanpa tahu porsi sebenarnya (seperti pemikiran awalku), maka dia tidak akan puas atau jika tidak merasakan "worth it" seperti yang dia ekspektasikan, maka dia akan kecewa dan sakit hati. Bahkan akan kehilangan rasa berharga dalam dirinya. Ia mulai membandingkan diri dengan orang lain, ia akan berusaha mengejar dan terus mengejar tanpa motivasi yang benar. Betapa melelahkan dan sia-sia yang dilakukannya itu.
Bukan berarti kalau gitu malas-malasan aja. Don't be so hard on yourself. Iya, tapi kembali lagi, ketahui apa purpose kita. Bagaimana porsi yang pas. Yang tahu itu semua secara pasti tentu adalah Pencipta kita. Ketika kita mengejar sesuatu yang bukan purpose kita, itu akan jadi sia-sia di hadapan Tuhan. Entah kapan kita menyadarinya. Selain itu, kita sendiri akan burn-out karena ketika kita berfokus pada ambisi kita sendiri, kita mengandalkan diri sendiri, padahal kita adalah manusia terbatas.
Maka dari itu, kunci agar terlepas dari semua usaha yang sia-sia adalah mengandalkan-Nya. Ini juga menjadi refleksiku dan resolusi untuk 2021, yaitu hidup makin melekat pada Pemilik Hidup ini, the One and Only yang dapat memenuhi lubang yang hampa dalam hati, Pribadi yang paling mengenalku, Dia yang sudah berjalan hingga garis finish, lalu kembali ke titik dimana aku sekarang untuk membimbing ciptaan yang dianggap sebagai anak-Nya yang begitu berharga bagaikan biji mata-Nya ini. Dia sudah tahu ujungnya bagaimana, Dia gak akan melepaskan tangan kita, tinggal kitanya yang diberi kehendak bebas ini aja gimana, mau nurut atau enggak. Kalau ikut Dia, sudah pasti akan berakhir dengan baik, walau prosesnya sungguh berat dan menyakitkan.
Demikian dengan 2021, chapter baru, tantangan baru. Rasanya kita sedang berada di tempat yang berkabut, gelap. Kelihatannya bakal berat lagi. Harapannya sih 2021 bisa dobel menyenangkan karena di 2020 sudah seperti direnggut semua kebahagiaan kita. Apapun itu, dari waktu dan kesempatan yang sudah disediakan dari 2020 untuk merenung dan berefleksi, kita disadarkan kembali untuk mencari Dia. Tak hanya di 2020 yang begitu istimewa kemarin, namun terlebih lagi di 2021 dan selanjutnya.
Thank you, 2020, our special season (kayak indonesian idol:D)
Hi, 2021. Let's fight once again, with Him!<3 (ucapkan sekali lagi, sekali lagi, setiap tahun hingga tahun terakhir hidup kita)
God bless!
luvluv,
stefmar
Komentar
Posting Komentar