Langsung ke konten utama

Lantas, Mau Dibawa Kemana?

 "Dosa dunia hapuslah

Oleh kasih-Nya yang Kudus

Aku pun dibasuh-Nya

Oleh darah-Nya yang kudus"

— Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) 38


Artikel ini ditulis tepat saat Hari Raya Paskah, 5 April 2026. Ini adalah perayaan Paskah ke 26 yang kualami dalam hidupku. Kalau ditanya wartawan, bagaimana perasaanku saat ini? Ada senang, semangat, karena merayakan kebangkitan Tuhan Yesus, tapi di balik itu, ada bingung, mau di bawa kemana semangat ini?


Beberapa detik ada takut kalau nanti jatuh ke lubang yang sama, takut kalau aku 'menyangkal'-Nya lagi, takut dengan pencobaan dan ujian-ujian iman di waktu mendatang, yang membuat berpikir "kalau bisa segera aja datang kembali laginya ya Tuhan" hahah Menulis ini pun gatau mau arahnya kemana, tapi rasanya seperti ada dorongan untuk memulai menulis kembali, sengelantur apapun itu, wes, Tuhan yang pimpin.


Aku diingatkan, kalau Tuhan gaminta aku 'membayar utang', Dia sudah melunasi-Nya, toh sampai sebaik apapun aku, tidak akan bisa melunasinya. Dia minta aku menghidupinya.


Malam ini, aku baru aja menonton video YouTube Daniel Tetangga Kamu, episode bapak Pendeta Michael Widjaja. Aku belum selesai menonton sampai habis karena daging banget pembahasannya, jadi perlu waktu untuk mencerna #izinn Dari percakapan yang sudah aku dengarkan,  Pak Michael ada bilang, "kita hidup bukan untuk diselamatkan, tapi untuk mengenal siapa yang menyelamatkan kita," menurutku itu statement yang 'catchy', 'ngena', dan membuatku merenung.


Sebelumnya, aku sempat berpikir bagaimana untuk 'membalas' kebaikan Tuhan. Kalau itu tujuan hidupku, tentu akan sangat melelahkan, dan hidupku terasa menjadi sebuah kegagalan, karena in the end, tidak akan terbalaskan. Tapi bukan berarti kalau gitu bisa hidup semaunya aja, nikmatin aja hidup ini. Alih-alih begitu, ubah mindset jadi, hidup untuk mengenal Tuhan, mengenal apa maunya Tuhan untuk kita kerjakan.


Kalo kenal untuk siapa aku melakukan hal-hal yang 'merepotkan', 'cuma-cuma', 'tidak menyenangkan' dan berhenti dari hal-hal yang 'menyenangkan', 'menurutku aku pantas mendapatkannya untuk diriku sendiri seorang', 'sekali-sekali gapapalah' ini, pasti akan lebih 'rela', bahkan ada rasa rindu, bukan jadi beban.


Dan kapan hari aku juga diingatkan dengan ilustrasi seorang anak yang sibuk mengucapkan Selamat Paskah ke teman-temannya di sosmed, tapi gak 'ngeh' kalau di sampingnya ada Tuhan Yesus, yang kebangkitan-Nya sedang dibicarakan itu, sedang duduk manis menunggu untuk diajak ngobrol.


Dalam hati, "lah aku banget ya ini". Tapi bukan,  "kalau gitu gausah deh share/repost tentang firman Tuhan di sosmed lagi, takut orang risih atau dicap 'munafik'". Kelemahan kita bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan tugas kita menjadi saksi-Nya. Justru, harus seimbang, hidup melekat dengan Tuhan, supaya buah yang dihasilkan sesuai dengan kehendak-Nya.


Selamat menjalani hari demi hari makin mengenal Dia yang sudah menyelamatkan kita <3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

[Review Time!] Lister : Belajar Bahasa yang Bikin Betah

Hai para readerss dimanapun Anda berada sekarang. Walaupun saia tak bisa melihat Anda tapi saia percaya Anda ada di sana. Iya, Anda yang lagi liat layar platform digital ini. Masa yang di belakang Anda?? Ehh, hati-hati, di belakang Anda ada siapa tuh... *readers pov: gw block lama2 ni blog -_-" Hehehehe ampun bang. Demi konten intermezo :"v Gimana nih "di rumah aja"-nya? Udah berlumut belum? Mandi dulu gih sana. Oh maap2, author tau kalian nunggu jam 4 sore kan masihan buat mandi. Sama author pun demikian koks :D *now playing: Kali Kedua-Raissa, "cukup sekali saja~~" *readers pov: aku pernah merasa~~ dih koq malah ikutan, ekhem ekhem, gw block lama2 ni blog -_-" Monmaap, jangan dong, author janji udah mau masuk ke topik utama kok, yok bisa yok^^ Kalian gak bosen di rumah aja? Biasanya ngapain sih? Nonton drakor, dracin, drathai, netflix, anime, catatan hati seorang istri? Masak ala-ala? Ketagihan bikin dalgona selama setahun? Stay tune-in nyawa Shopee...