Jadi, aku mau sedikit sharing tentang pengalamanku menjadi operator LCD / multimedia di gereja.
Operator LCD (di gerejaku) itu bagai 'di balik layar' jalannya kebaktian, karena tanpa operasi LCD yang lancar, jemaat, singer, WL, sampe pembicara bakal kewalahan, tapi terutama bagi jemaat pas lagi nyanyi lagu pujian. Mereka bakal bingung, "ini lanjutan liriknya apaan woy, gak apal blass pek (gak hafal sama sekali, duh)" "kudu lapo terus aku ngene iki (harus bagaimana terus aku sekarang ini)" "mangap-mangap tok wae (buka-buka mulut *kayak ngerti lagunya* aja)" dan sejenisnya sambil menoleh ke operator LCD. Pas momen seperti ini, pasti si operator LCD langsung gopoh-gopoh malu "muati kon, piye iki, aku ya ga paham, kok gaisa gini?! (mati aku, gimana ini, aku juga nggak paham, kok gabisa begini?!) *sambil ngeklik-ngeklik (sok) sibuk*"
Kalau operator LCD nggak fokus itu dapat berakibat fatal pada kelancaran jalannya kebaktian, karna jemaat bakal galancar nyanyinya, terutama kalau lagu yang dinyanyikan adalah lagu yang tak terlalu dikenal oleh jemaat luas. Fix bakal mangap-mangap atau 'nggremeng-nggremeng' tok. Demikian juga kalau operator LCD nya masih junior dan baru belajar sehingga kurang menguasai teknis/cara mengoperasikan 'slide-slide' LCD. Maka dari itu, menurut saya, operator LCD ada 'temennya' (yang senior #/ yang sudah ahli dan dapat menguasai pengoperasian LCD). Tugasnya, 'njagai' si operator LCD supaya fokus dan membantu saat operator utamanya dalam kesulitan atau kegopohan.
Operator LCD yang 'pro' biasanya juga ahli dalam mengatur sound. Jadilah mereka sepaket sebagai 'di belakang layar'nya jalannya kebaktian.
Menjadi operator LCD tentu ada suka dukanya. Tentu, sukanya lebih besar, lebih banyak, lebih terasa dibanding dukanya dong! Karena mendapat kesempatan melayani Tuhan dengan sepenuh hati sesuai bagiannya sebagai operator LCD. Dukanya itu kalau salah memasukkan/menampilkan lagu atau ada bagian lagu yang ternyata belum kita buat dan baru sadar saat kebaktian berlangsung tepat saat menyanyikan lagu tersebut. wadaww. Maka dari itu, saat menyusun 'liturgi' kebaktian menggunakan Power Point atau Easy Worship atau software sejenisnya, kudu teliti, ati-ati, di cek lagi sebelum di close dan di shutdown tuh laptop / komputer, sudah bener urutannya belom? Sudah lengkap belom?
Pernah ada kejadian 'salah lagu' di gerejaku. Semestinya kami menyanyikan lagu Sukacita Surga, tapi yang ditampilkan di layar adalah Sungai Sukacitamu. Nah! Makin banyaknya lagu rohani dari zaman ke zaman terkadang membuat bingung karena ada yang judulnya hampir sama, bahkan sama persis malah. Ini beberapa diantaranya; Hatiku Percaya, ada yang 'versi' Edward Chen (saat ku tak melihat jalanMu, saat ku tak mengerti rencanaMu...), ada juga 'versi' True Worshipper (Tuhanlah kekuatan dan mazmurku, Dia gunung batu dan kes'lamatanku, hanya padaMu hatiku percaya...); Bagai Rajawali, versi Franky Sihombing (*reff* ku kan terbang tinggi bagai rajawali, diatas segala persoalan hidupku, dan aku percaya saat ku bersama Dia, tiada yang mustahil bagi Dia), ada juga versi Natasha Nikita (*bait* Tuhan adalah kekuatanku, bersama Dia ku tak akan goyah, ku kan terbang tinggi bagai rajawali, melakukan perbuatan yang besar...); ada yang judulnya mirip kayak How Great Is Our God (True Worshiper(?)) sama How Great Thou Art (KJ 64 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan), ada juga yang nadanya mirip kayak Bila Kurenung Dosaku (PKJ 37) sama Jika Jiwaku berdoa (KJ 460) *kalo ini mungkin aku aja yang sering ketuker nyanyiinnya pas baca liriknya wkwkwk*. Banyak deh yang mirip-mirip wkwkwk Tapi, tetep sama-sama lagu pujian yang harum bagi Tuhan.
So, the conclusion is, jangan enggan untuk join pelayanan sebagai operator LCD, emang keliatannya simpel cuma duduk, ngeklik-ngeklik, tapi sebenernya juga 'ndredeg' lho wkwk Tapi, juga jangan takut buat join karena kok menegangkan gitu wkwk No, kok! Kalau udah sering tugas, lama-lama tenang, rileks, dan fokus juga terlatih. Yang penting, lakukan pelayanan dengan semangat, sepenuh hati, dan selalu mengandalkan Tuhan. Tuhan sendirilah yang akan membimbing kita dalam menjalankan pelayanan kita. Apapun pelayannya, semua itu dari, oleh, dan untuk kemuliaan Tuhan. Amin. God bless y'all! Met melayani gaes! Dalam bentuk apapun itu<3
Operator LCD (di gerejaku) itu bagai 'di balik layar' jalannya kebaktian, karena tanpa operasi LCD yang lancar, jemaat, singer, WL, sampe pembicara bakal kewalahan, tapi terutama bagi jemaat pas lagi nyanyi lagu pujian. Mereka bakal bingung, "ini lanjutan liriknya apaan woy, gak apal blass pek (gak hafal sama sekali, duh)" "kudu lapo terus aku ngene iki (harus bagaimana terus aku sekarang ini)" "mangap-mangap tok wae (buka-buka mulut *kayak ngerti lagunya* aja)" dan sejenisnya sambil menoleh ke operator LCD. Pas momen seperti ini, pasti si operator LCD langsung gopoh-gopoh malu "muati kon, piye iki, aku ya ga paham, kok gaisa gini?! (mati aku, gimana ini, aku juga nggak paham, kok gabisa begini?!) *sambil ngeklik-ngeklik (sok) sibuk*"
Kalau operator LCD nggak fokus itu dapat berakibat fatal pada kelancaran jalannya kebaktian, karna jemaat bakal galancar nyanyinya, terutama kalau lagu yang dinyanyikan adalah lagu yang tak terlalu dikenal oleh jemaat luas. Fix bakal mangap-mangap atau 'nggremeng-nggremeng' tok. Demikian juga kalau operator LCD nya masih junior dan baru belajar sehingga kurang menguasai teknis/cara mengoperasikan 'slide-slide' LCD. Maka dari itu, menurut saya, operator LCD ada 'temennya' (yang senior #/ yang sudah ahli dan dapat menguasai pengoperasian LCD). Tugasnya, 'njagai' si operator LCD supaya fokus dan membantu saat operator utamanya dalam kesulitan atau kegopohan.
Operator LCD yang 'pro' biasanya juga ahli dalam mengatur sound. Jadilah mereka sepaket sebagai 'di belakang layar'nya jalannya kebaktian.
Menjadi operator LCD tentu ada suka dukanya. Tentu, sukanya lebih besar, lebih banyak, lebih terasa dibanding dukanya dong! Karena mendapat kesempatan melayani Tuhan dengan sepenuh hati sesuai bagiannya sebagai operator LCD. Dukanya itu kalau salah memasukkan/menampilkan lagu atau ada bagian lagu yang ternyata belum kita buat dan baru sadar saat kebaktian berlangsung tepat saat menyanyikan lagu tersebut. wadaww. Maka dari itu, saat menyusun 'liturgi' kebaktian menggunakan Power Point atau Easy Worship atau software sejenisnya, kudu teliti, ati-ati, di cek lagi sebelum di close dan di shutdown tuh laptop / komputer, sudah bener urutannya belom? Sudah lengkap belom?
Pernah ada kejadian 'salah lagu' di gerejaku. Semestinya kami menyanyikan lagu Sukacita Surga, tapi yang ditampilkan di layar adalah Sungai Sukacitamu. Nah! Makin banyaknya lagu rohani dari zaman ke zaman terkadang membuat bingung karena ada yang judulnya hampir sama, bahkan sama persis malah. Ini beberapa diantaranya; Hatiku Percaya, ada yang 'versi' Edward Chen (saat ku tak melihat jalanMu, saat ku tak mengerti rencanaMu...), ada juga 'versi' True Worshipper (Tuhanlah kekuatan dan mazmurku, Dia gunung batu dan kes'lamatanku, hanya padaMu hatiku percaya...); Bagai Rajawali, versi Franky Sihombing (*reff* ku kan terbang tinggi bagai rajawali, diatas segala persoalan hidupku, dan aku percaya saat ku bersama Dia, tiada yang mustahil bagi Dia), ada juga versi Natasha Nikita (*bait* Tuhan adalah kekuatanku, bersama Dia ku tak akan goyah, ku kan terbang tinggi bagai rajawali, melakukan perbuatan yang besar...); ada yang judulnya mirip kayak How Great Is Our God (True Worshiper(?)) sama How Great Thou Art (KJ 64 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan), ada juga yang nadanya mirip kayak Bila Kurenung Dosaku (PKJ 37) sama Jika Jiwaku berdoa (KJ 460) *kalo ini mungkin aku aja yang sering ketuker nyanyiinnya pas baca liriknya wkwkwk*. Banyak deh yang mirip-mirip wkwkwk Tapi, tetep sama-sama lagu pujian yang harum bagi Tuhan.
So, the conclusion is, jangan enggan untuk join pelayanan sebagai operator LCD, emang keliatannya simpel cuma duduk, ngeklik-ngeklik, tapi sebenernya juga 'ndredeg' lho wkwk Tapi, juga jangan takut buat join karena kok menegangkan gitu wkwk No, kok! Kalau udah sering tugas, lama-lama tenang, rileks, dan fokus juga terlatih. Yang penting, lakukan pelayanan dengan semangat, sepenuh hati, dan selalu mengandalkan Tuhan. Tuhan sendirilah yang akan membimbing kita dalam menjalankan pelayanan kita. Apapun pelayannya, semua itu dari, oleh, dan untuk kemuliaan Tuhan. Amin. God bless y'all! Met melayani gaes! Dalam bentuk apapun itu<3
Komentar
Posting Komentar