Langsung ke konten utama

Natal Charlotte 2016

"Santa Claus is coming to town~" "umur segini masih percaya Santa?hahaha" ejek Darrel pada Fiona yang sedang asyik bersenandung dengan suaranya yang serak-serak basah itu. "Udah dewasa bukan berarti kehilangan imajinasi dan berpikiran kaku dong" "Jangan hidup dalam imajinasi mulu tapi. Hidup dalam kenyataan broh! Pikiran mesti dewasa,dunia ini keras, gak seneng-seneng kaya di film kartun" "Tom en Jerry emang seneng-seneng? Ada unsur 'perlu perjuangan dan taktik buat dapetin yang kamu mau'. Boom!" balas   "Hadeh..Sudah-sudah. Ngapain sampe debat sih" lerai Charlotte.

"iya nih,entar lagi Natal kok malah ribut," kata Fiona dengan wajah menyesal.
"iyaya, sorry ya fi.. Sorry temen-temen kalo sampe sekarang aku belom jadi pembawa damai.." aku Darrell yang walaupun suka meledak ledak namun 'gentle' dan sportif.

Suasasa pun jadi hening.

"Heh, kok hening sih??"
"Duh, Char! Kamu ini bikin serba salah aja deh! haha"
"Char, Char ckck," kata Darrell yang kini raut wajahnya lebih santai.
"Apa an sih hehehe Ya kali kalian cari topik lain yang gak nimbulin perdebatan," kata Charlotte sambil menendang krikil kecil di dekatnya
"Kamu kira gampang nyari topik, hah? Cariin dong hahaha"
"Hmm Liburan Natal ini kalian mau ke mana?"
"Haiss basi pertanyaanmu," kata Darell dengan mata coklatnya yang menyipit. “Ke rumah sodaraku di Jakarta, Char,” lanjutnya.
“Hmm kata mamaku sih nanti mau ngunjungin kakakku yang lagi studi di Jepang,” kata Fiona dengan malu-malu menjelaskan.
“wahhh enak banget kamu, Fiii… Aku pernah nanya mamaku buat sekali-sekali dateng ke tempat kakakku tapi katanya taun ini mama sibuk banget, kakakku juga lagi ada ujian praktik Natal ini di sana hmm,” keluh Charlotte.
Beberapa saat setelah Charlotte menngatakan itu, mereka bertiga pun yang sedari tadi bercakap-cakap sambil berjalan menuju sebuah café, akhirnya berdiri tepat di depan sebuah bangunan bergaya eropa-kuno-semi-modern dengan sebuah papan di dekat pintunya yang bertuliskan “KafeLatte” ala ‘Bell Gothic Std Light’.

“Heya, akhirnya sampe juga gais!” ucap Darell sambil mendorong pintu masuk café itu.

Mereka pun memilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap bunga-bunga warna cerah di halaman samping café itu. “Heee kerennya banget viewnyaa ayo foto-foto,” kata Fiona bersemangat. “Hadeh, kita ke sini buat makan kali Fi, bukan buat narsis! Bener kan Char? Pesen makan dulu sini,” ujar Darell yang cenderung tomboy dan kurang suka untuk berfoto kecuali mendesak atau ia ‘lagi jadi cewek’. “hmmm sebenernya kita ke sini ya buat makan juga buat ngumpul en foto-foto bareng hehe sayang kalo gak foto, tempatnya bagus bro hehehe”  

Mereka pun sepakat untuk makan terlebih dahulu lalu memanfaatkan view di situ untuk mengabadikan momen mereka yang jarang bisa berkumpul dan makan bersama di luar sekola. Darell yang awalnya ngotot hanya jadi yang memotokan kedua temannya itu kemudian bersedia untuk ikut foto bersama.. Dengan pose yang tidak kalah dari cewek-cewek feminim lainnya..

“Fiuh.. akhirnya bisa tiduran di Kasur empuk ini.. kamu yang paling bisa manjain aku kasur sayang..” ucap Charlotte sesampainya di rumah. “Non ini kecil-kecil sudah pacaran sampe bilang sayang-sayangan segala ckckck,” suara Mbak Ayu(k) membubarkan imajinasi penuh ketenangan Charlotte. “Dih Mbak Ayuk ini, ngagetin aja. Siapa yang pacaran juga Mbak, bilang sayangnya sama kasur kok,”  “Tuh kan, kliatan jomblonya ckck,” balas  Mbak Ayu(k) sambil menuju kamar sebelah untuk disapunya. “Lha-,- Terserah panjenengan dah Mbak…“

Sudah sekitar satu tahun lebih Mbak Ayu(k) bekerja di rumah keluarga Charlotte yang tidak terlalu besar namun bertingkat hingga 3 lantai. Natal tahun ini mungkin akan terasa berbeda dengan natal sebelum-sebelumnya. Sejak kakaknya melanjutkan studi di luar negri, Charlotte dan orang tuanya belum sempat bertemu lagi dengan kakaknya yang jago berdebat itu. Sebenarnya Charlotte ingin sekali Natal tahun ini bersama kakaknya, tapi ia harus lebih bersabar lagi dan menerima fakta bahwa kesibukan kakaknya tidak kalah dengan kesibukan orang tuanya. Bahkan di tahun 2016 yang penuh kesuksesan ini, kedua orang tuanya punya kemungkinan untuk lembur dan tidak ambil cuti untuk berlibur bersama seperti tahun sebelumnya.

“Non jangan sedih gitu dong,” ujar Si Mbak ketika melihat Charlotte  murung pada suatu sore. “Ada Mbak di sini. Mbak gak mudik, gak kemana-mana Non. Natalan sama Mbak Ayuk aja ya… Cupcupcup,” hibur Mbak Ayu(k). “Aku gak nangis kok Mbak, aku gak secengeng itu..” “Jangan sok kuat kamu Non. Air matamu sampe dipipi itu apa kalo bukan karna nangis?” “Mewek… Kepedesan atau karna ngiris bawang  kan bisa jugak Mbak..” “hmm iya Non iya, Non Charli strong bangeudh,” kata Mbak Ayu(k) memonyongkan mulut saat mengucapkan ‘bangeudh’ sebagai penekanan khasnya. “hahaha makasi ya Mbak Ayuk..” ucap Charlotte sambil memeluk Mbak Ayu(k). “yang  lengkap dong,” “makasi yaa Mbak Ayuk Sri Astutik..” “Bukan itu Non haha” “makasi yaa Mbak Ayuk sayangku” “Non, masih banyak cowok di luar sana yang bisa Non panggil sayang. Kapan hari Kasur, sekarang Mbak yang jelas-jelas cewek cantik sama kaya Non ckck,” “Hzz trus siapa nama panjangnya Mbak? Perasaan bener deh yang pertama,”  “Itu kan yang di KTP Non, kalo nama panggungnya mah Mbak Ayuk Citra Lestari,” aku Mbak Ayu(k). “yha mbak, yha-.-“

“Waktu kecil kita merindukan Natal. Hadiah yang indah dan menawan. Namun tak menyadari, Seorang Bayi t’lah lahir, bawa kes’lamatan ‘tuk manusia..” Lagu itu mengalun begitu merdu dan penuh makna. Yang terpenting dan terutama dalam Natal, bukan kesukaan atau sukacita bagi diri sendiri, namun kesederhanaan dan kerelaan hati untuk berkorban, untuk berbagi, untuk orang lain, bukan diri sendiri. Natal bukanlah menantikan kado atau kejutan atau kebahagiaan bagi diri sendiri. Sesungguhnya, kado dan kebahagiaan itu t’lah datang sedari dulu, 2016 tahun yang lalu. Dan kini, mari kita bagikan kado kita, sukacita kita yang sejati itu pada mereka yang belum mengenal atau menyadarinya. Kiranya kita bisa selalu rela berkorban, tidak memanjakan diri kita sendiri, kita harus mengikuti teladanNya. Apapun kesedihan Sodara, gantilah dengan sukacita atas kado yang telah Sodara terima. Jika Sodara merasa hati Sodara kosong, undang Dia, biarlah Ia yang mengisi dan memenuhi hatimu. Ada Amin Saudara-Saudara??

Khotbah Pak Pendeta malam Natal itu begitu tercatat dalam hati dan pikiran Charlotte, serta tertuang dalam buku diarynya. “Taka pa Natal tahun ini tidak ada mama,papa ,dan kakak, yang penting ada Tuhan Yesus di hatiku..” “Sipp Nonn Itu baru Non Charli sayangku!” “Masih banyak Mbak laki-laki ganteng, kaya, baik hati di luar sana yang bisa Mbak panggil sayang,”  Setelah bersaat teduh dan berdoa, Charlotte pun segera terlelap.

Keesokan paginya, ia mengikuti kebaktian Natal bersama Mbak Ayu(k) saja karena mama dan papa Charlotte mendapat tugas ke luar kota sejak tanggal 20 Desember dan mereka masih tidak tahu kapan akan pulang untuk bertemu Charlotte kembali. Charlotte yang awalnya sedih, menjadi lebih sabar dan merasa dikuatkan jika teringat Firman saat Malam Natal. Ia melewati Hari Natal tahun ini dengan rasa sukacita walau tidak bersama anggota keluarganya, at least, ia masih ada Mbak Ayu(k) yang setia menemani dan menghiburnya, dan di hatinya, selalu ada Dia, Sang Sumber Sukacita dan Pengharapan, sehingga Charlotte tidak bersedih dan kesepian lagi.” Yang terpenting papa,mama, dan kakak baik-baik dan bahagia juga di tempat masing-masing”, pikirnya Charlotte yakin akan kembali dipertemukan pada waktuNya yang tidak pernah salah.

Suatu pagi dua hari setelah Natal.. “Charlotte Charlotte.. Sudah besar masih tidur aja jam segini! Hari ini hari spesial lagi…” terdengar suara yang familiar dan sangat dirindukan Charlotte. “Hah?? Ini pasti cuma mimpi! Masa Kakak dalam sekejap di sini…Katanya sampai tahun baru ada kegiatan di kampusnya..” pikir Charlotte. Ia pun kembali meneruskan tidurnya. Tiba-tiba  terdengar suara lagi…. “Charlotte ada banyak kue ini lho.. Ayo bangun!” 

MAMA??

Charlotte  pun bergegas bangun dan menuruni tangga menuju ruang keluarga. Betapa tak disangkanya semua yang ia lihat ini. Mama, papa, dan kakaknya sedang mengeluarkan semua makanan hasil ‘berburu’ mereka. Semua makanan itu adalah favorit dan yang telah diidam-idamkan Charlotte untuk disantap.

“HAPPY SWEET SIXTEEN MY ONE AND ONLY SISTER!!” “Slamat ulang tahun ya Char, sori kami ngga nemeni Natalmu..Mama sayinggg banget sama kamu muahh” “Selamat bertambah tua kesayangannya papa! Tambah rajin belajarnya ya! Lebih dewasa lagi ya nak, papa sayang Charli..” ucap sang papa sambil memeluk putri bungsu kesayangannya. “NON CHARLI MAAFIN MBAK YA IKUT BOHONGIN KAMU! PIBESDEY NON SAYANGKU! AYO TIUP LILINNYA NON!!” kata Mbak Ayu(k) bersemangat sambil membawa Strawberry Cheesecake dengan lilin 1 dan 6 tertancap diatasnya. “Make a wish dulu dong Char,” kata si kakak mengingatkan. “Semoga kita berlima bisa terus bersama, aminn!” mereka pun bersorak gembira setelah Charlotte meniup kedua lilin warna merah itu.

“Foto dulu foto dulu.. Walaupun nanti kita tidak bisa berkumpul bersama, kita harus selalu ingat bahwa selalu ada Papa, Mama, Kak Lin, Charlotte, dan anggota kita yang baru, Mbak Ayu(k) dalam hati kita masing-masing. Kalau merasa rinduu sekali, setidaknya kita semua ‘tersimpan’ dalamsatu tempat yang sama yang dapat dibawa bersama kita kemanapun kita pergi, yaitu sebuah foto, sebuah kenangan, sebuah momen, sebuah kerinduan dan harapan untuk bertemu kembali..” “Ah puitis banget sih, Pa….” “Mantapp Boskuu!” “Ayo ayo kita foto, pake kamera kakak aja yaa,”

“Tuhan sungguh penuh kejutan! Hidupku memang penuh ketidakpastian, namun jika percaya dan mengandalkanNya, semuanya kan terjamin. Jika kita sabar menanti waktuNya, semuanya kan indah. Tuhan itu baik, semua dalam kendaliNya, ia tak kan menelantarkan anak-anakNya. Trimakasih ya Tuhan untuk kedatanganMu ke dalam dunia ini. KasihMu mengubah hatiku yang manja dan egois ini untuk semakin bertumbuh dewasa di dalamMu, untuk semakin rela berkorban dan sabar. Hidupku bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Trimakasih untuk tahun 2016 yang begitu indah, walau penuh misteri. Kekecewaan, kegeraman, kelelahan mewarnai tahun ini. Namun kekaguman, rasa syukur, keindahanlah yang lebih dominan kurasakan. Kiranya di tahun 2017 mendatang aku lebih banyak bersyukur timbang mengeluh, karena aku yakin semua yang Tuhan ijinkan terjadi di hidupku baik adanya, termasuk yang kelihatannya tidak mengenakan, tapi pasti ada pelangi sehabis hujan aminn God bless all of us :) Happy new year!!^^ ,” itulah yang ditulis Charlotte di facebooknya saat malam tahun baru.

Malam tahun baru itu ia habiskan di apartemen kakaknya selama di London. Sebenarnya Kak Lin sudah sampai di Indonesia sejak 18 Desember, namun ia menginap di rumah teman lamanya di Surabaya sekaligus membantu pelayanan Natal di gereja temannya itu.  Kak Lin merahasiakan kedatangannya pada Charlotte agar menimbulkan kesan kalua ia sangat sibuk ketika ia mengirim pesan saat Hari Natal bahwa ia masih ada ujian praktik kemungkinan sampai tahun baru sehingga kemungkinan ia tidak bisa menemui Charlotte dan keluarganya langsung, ia hanya bisa mengucapkan ”Selamat Natal dan Tahun Baru” lewat email tersebut. Kak Lin juga pura-pura lupa kalua tanggal 27 Desember, adik kesayangannya itu genap berusia 16 tahun, padahal sebenarnya ia dibantu temannya membuatkan kue ulang tahun untuk Charlotte. Beda lagi dengan mama dan papa yang memang benar-benar sibuk dan baru bisa mengambil cuti tanggal 24 Desember namun tidak mereka ambil karena mereka menuruti saja strategi Kak Lin untuk memberikan surprise Charlotte. Namun semua kekecewaan dan perasaan kehilangan Charlotte terbayar ketika Kak Lin mengajak mereka sekeluarga termasuk Mbak Ayu(k) untuk menikmati tahun baru dan beberapa hari di London.  Impian Charlotte untuk merasakan salju yang sebenarnya pun terwujud.

“Kira-kira kado Natal apa ya yang akan aku terima dari Tuhan di 2017 nanti? Ah, lihat sendiri sajalah nanti. Nikmati saja saat sekarang ini,” piker Charlotte dengan penuh ungkapan syukur dan kekaguman pada pemandangan yang ada di depannya, tahun baru bersama keluarganya dan warga Kota London.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

[Review Time!] Lister : Belajar Bahasa yang Bikin Betah

Hai para readerss dimanapun Anda berada sekarang. Walaupun saia tak bisa melihat Anda tapi saia percaya Anda ada di sana. Iya, Anda yang lagi liat layar platform digital ini. Masa yang di belakang Anda?? Ehh, hati-hati, di belakang Anda ada siapa tuh... *readers pov: gw block lama2 ni blog -_-" Hehehehe ampun bang. Demi konten intermezo :"v Gimana nih "di rumah aja"-nya? Udah berlumut belum? Mandi dulu gih sana. Oh maap2, author tau kalian nunggu jam 4 sore kan masihan buat mandi. Sama author pun demikian koks :D *now playing: Kali Kedua-Raissa, "cukup sekali saja~~" *readers pov: aku pernah merasa~~ dih koq malah ikutan, ekhem ekhem, gw block lama2 ni blog -_-" Monmaap, jangan dong, author janji udah mau masuk ke topik utama kok, yok bisa yok^^ Kalian gak bosen di rumah aja? Biasanya ngapain sih? Nonton drakor, dracin, drathai, netflix, anime, catatan hati seorang istri? Masak ala-ala? Ketagihan bikin dalgona selama setahun? Stay tune-in nyawa Shopee...