"Santa Claus is coming to
town~" "umur segini masih percaya Santa?hahaha" ejek Darrel pada
Fiona yang sedang asyik bersenandung dengan suaranya yang serak-serak basah
itu. "Udah dewasa bukan berarti kehilangan imajinasi dan berpikiran kaku
dong" "Jangan hidup dalam imajinasi mulu tapi. Hidup dalam kenyataan
broh! Pikiran mesti dewasa,dunia ini keras, gak seneng-seneng kaya di film
kartun" "Tom en Jerry emang seneng-seneng? Ada unsur 'perlu
perjuangan dan taktik buat dapetin yang kamu mau'. Boom!" balas "Hadeh..Sudah-sudah. Ngapain sampe
debat sih" lerai Charlotte.
"iya nih,entar lagi Natal
kok malah ribut," kata Fiona dengan wajah menyesal.
"iyaya, sorry ya fi.. Sorry
temen-temen kalo sampe sekarang aku belom jadi pembawa damai.." aku
Darrell yang walaupun suka meledak ledak namun 'gentle' dan sportif.
Suasasa pun jadi hening.
"Heh, kok hening sih??"
"Duh, Char! Kamu ini bikin
serba salah aja deh! haha"
"Char, Char ckck," kata
Darrell yang kini raut wajahnya lebih santai.
"Apa an sih hehehe Ya kali
kalian cari topik lain yang gak nimbulin perdebatan," kata Charlotte
sambil menendang krikil kecil di dekatnya
"Kamu kira gampang nyari
topik, hah? Cariin dong hahaha"
"Hmm Liburan Natal ini
kalian mau ke mana?"
"Haiss basi
pertanyaanmu," kata Darell dengan mata coklatnya yang menyipit. “Ke rumah
sodaraku di Jakarta, Char,” lanjutnya.
“Hmm kata mamaku sih nanti mau
ngunjungin kakakku yang lagi studi di Jepang,” kata Fiona dengan malu-malu
menjelaskan.
“wahhh enak banget kamu, Fiii…
Aku pernah nanya mamaku buat sekali-sekali dateng ke tempat kakakku tapi
katanya taun ini mama sibuk banget, kakakku juga lagi ada ujian praktik Natal
ini di sana hmm,” keluh Charlotte.
Beberapa saat setelah Charlotte
menngatakan itu, mereka bertiga pun yang sedari tadi bercakap-cakap sambil
berjalan menuju sebuah café, akhirnya berdiri tepat di depan sebuah bangunan
bergaya eropa-kuno-semi-modern dengan sebuah papan di dekat pintunya yang
bertuliskan “KafeLatte”
ala ‘Bell Gothic Std Light’.
“Heya, akhirnya sampe juga gais!” ucap Darell sambil mendorong
pintu masuk café itu.
Mereka pun memilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap
bunga-bunga warna cerah di halaman samping café itu. “Heee kerennya banget
viewnyaa ayo foto-foto,” kata Fiona bersemangat. “Hadeh, kita ke sini buat
makan kali Fi, bukan buat narsis! Bener kan Char? Pesen makan dulu sini,” ujar
Darell yang cenderung tomboy dan kurang suka untuk berfoto kecuali mendesak
atau ia ‘lagi jadi cewek’. “hmmm sebenernya kita ke sini ya buat makan juga
buat ngumpul en foto-foto bareng hehe sayang kalo gak foto, tempatnya bagus bro
hehehe”
Mereka pun sepakat untuk makan terlebih dahulu lalu memanfaatkan
view di situ untuk mengabadikan momen mereka yang jarang bisa berkumpul dan
makan bersama di luar sekola. Darell yang awalnya ngotot hanya jadi yang
memotokan kedua temannya itu kemudian bersedia untuk ikut foto bersama.. Dengan
pose yang tidak kalah dari cewek-cewek feminim lainnya..
“Fiuh.. akhirnya bisa tiduran di Kasur empuk ini.. kamu yang
paling bisa manjain aku kasur sayang..” ucap Charlotte sesampainya di rumah.
“Non ini kecil-kecil sudah pacaran sampe bilang sayang-sayangan segala ckckck,”
suara Mbak Ayu(k) membubarkan imajinasi penuh ketenangan Charlotte. “Dih Mbak
Ayuk ini, ngagetin aja. Siapa yang pacaran juga Mbak, bilang sayangnya sama
kasur kok,” “Tuh kan, kliatan jomblonya
ckck,” balas Mbak Ayu(k) sambil menuju
kamar sebelah untuk disapunya. “Lha-,- Terserah panjenengan dah Mbak…“
Sudah sekitar satu tahun lebih Mbak Ayu(k) bekerja di rumah
keluarga Charlotte yang tidak terlalu besar namun bertingkat hingga 3 lantai.
Natal tahun ini mungkin akan terasa berbeda dengan natal sebelum-sebelumnya. Sejak
kakaknya melanjutkan studi di luar negri, Charlotte dan orang tuanya belum sempat
bertemu lagi dengan kakaknya yang jago berdebat itu. Sebenarnya Charlotte ingin
sekali Natal tahun ini bersama kakaknya, tapi ia harus lebih bersabar lagi dan
menerima fakta bahwa kesibukan kakaknya tidak kalah dengan kesibukan orang
tuanya. Bahkan di tahun 2016 yang penuh kesuksesan ini, kedua orang tuanya
punya kemungkinan untuk lembur dan tidak ambil cuti untuk berlibur bersama
seperti tahun sebelumnya.
“Non jangan sedih gitu dong,” ujar Si Mbak ketika melihat
Charlotte murung pada suatu sore. “Ada
Mbak di sini. Mbak gak mudik, gak kemana-mana Non. Natalan sama Mbak Ayuk aja
ya… Cupcupcup,” hibur Mbak Ayu(k). “Aku gak nangis kok Mbak, aku gak secengeng
itu..” “Jangan sok kuat kamu Non. Air matamu sampe dipipi itu apa kalo bukan
karna nangis?” “Mewek… Kepedesan atau karna ngiris bawang kan bisa jugak Mbak..” “hmm iya Non iya, Non
Charli strong bangeudh,” kata Mbak Ayu(k) memonyongkan mulut saat mengucapkan
‘bangeudh’ sebagai penekanan khasnya. “hahaha makasi ya Mbak Ayuk..” ucap
Charlotte sambil memeluk Mbak Ayu(k). “yang
lengkap dong,” “makasi yaa Mbak Ayuk Sri Astutik..” “Bukan itu Non haha”
“makasi yaa Mbak Ayuk sayangku” “Non, masih banyak cowok di luar sana yang bisa
Non panggil sayang. Kapan hari Kasur, sekarang Mbak yang jelas-jelas cewek cantik
sama kaya Non ckck,” “Hzz trus siapa nama panjangnya Mbak? Perasaan bener deh
yang pertama,” “Itu kan yang di KTP Non,
kalo nama panggungnya mah Mbak Ayuk Citra Lestari,” aku Mbak Ayu(k). “yha mbak,
yha-.-“
“Waktu kecil kita merindukan Natal. Hadiah yang indah dan menawan.
Namun tak menyadari, Seorang Bayi t’lah lahir, bawa kes’lamatan ‘tuk manusia..”
Lagu itu mengalun begitu merdu dan penuh makna. Yang terpenting dan terutama
dalam Natal, bukan kesukaan atau sukacita bagi diri sendiri, namun kesederhanaan
dan kerelaan hati untuk berkorban, untuk berbagi, untuk orang lain, bukan diri
sendiri. Natal bukanlah menantikan kado atau kejutan atau kebahagiaan bagi diri
sendiri. Sesungguhnya, kado dan kebahagiaan itu t’lah datang sedari dulu, 2016
tahun yang lalu. Dan kini, mari kita bagikan kado kita, sukacita kita yang
sejati itu pada mereka yang belum mengenal atau menyadarinya. Kiranya kita bisa
selalu rela berkorban, tidak memanjakan diri kita sendiri, kita harus mengikuti
teladanNya. Apapun kesedihan Sodara, gantilah dengan sukacita atas kado yang
telah Sodara terima. Jika Sodara merasa hati Sodara kosong, undang Dia, biarlah
Ia yang mengisi dan memenuhi hatimu. Ada Amin Saudara-Saudara??
Khotbah Pak Pendeta malam Natal itu begitu tercatat dalam hati dan
pikiran Charlotte, serta tertuang dalam buku diarynya. “Taka pa Natal tahun ini
tidak ada mama,papa ,dan kakak, yang penting ada Tuhan Yesus di hatiku..” “Sipp
Nonn Itu baru Non Charli sayangku!” “Masih banyak Mbak laki-laki ganteng, kaya,
baik hati di luar sana yang bisa Mbak panggil sayang,” Setelah bersaat teduh dan berdoa, Charlotte
pun segera terlelap.
Keesokan paginya, ia mengikuti kebaktian Natal bersama Mbak Ayu(k)
saja karena mama dan papa Charlotte mendapat tugas ke luar kota sejak tanggal
20 Desember dan mereka masih tidak tahu kapan akan pulang untuk bertemu
Charlotte kembali. Charlotte yang awalnya sedih, menjadi lebih sabar dan merasa
dikuatkan jika teringat Firman saat Malam Natal. Ia melewati Hari Natal tahun
ini dengan rasa sukacita walau tidak bersama anggota keluarganya, at least, ia
masih ada Mbak Ayu(k) yang setia menemani dan menghiburnya, dan di hatinya,
selalu ada Dia, Sang Sumber Sukacita dan Pengharapan, sehingga Charlotte tidak
bersedih dan kesepian lagi.” Yang terpenting papa,mama, dan kakak baik-baik dan
bahagia juga di tempat masing-masing”, pikirnya Charlotte yakin akan kembali
dipertemukan pada waktuNya yang tidak pernah salah.
Suatu pagi dua hari setelah Natal.. “Charlotte Charlotte.. Sudah
besar masih tidur aja jam segini! Hari ini hari spesial lagi…” terdengar suara
yang familiar dan sangat dirindukan Charlotte. “Hah?? Ini pasti cuma mimpi!
Masa Kakak dalam sekejap di sini…Katanya sampai tahun baru ada kegiatan di
kampusnya..” pikir Charlotte. Ia pun kembali meneruskan tidurnya.
Tiba-tiba terdengar suara lagi….
“Charlotte ada banyak kue ini lho.. Ayo bangun!”
MAMA??
Charlotte pun bergegas
bangun dan menuruni tangga menuju ruang keluarga. Betapa tak disangkanya semua
yang ia lihat ini. Mama, papa, dan kakaknya sedang mengeluarkan semua makanan
hasil ‘berburu’ mereka. Semua makanan itu adalah favorit dan yang telah
diidam-idamkan Charlotte untuk disantap.
“HAPPY SWEET SIXTEEN MY ONE AND ONLY SISTER!!” “Slamat ulang tahun
ya Char, sori kami ngga nemeni Natalmu..Mama sayinggg banget sama kamu muahh”
“Selamat bertambah tua kesayangannya papa! Tambah rajin belajarnya ya! Lebih
dewasa lagi ya nak, papa sayang Charli..” ucap sang papa sambil memeluk putri
bungsu kesayangannya. “NON CHARLI MAAFIN MBAK YA IKUT BOHONGIN KAMU! PIBESDEY
NON SAYANGKU! AYO TIUP LILINNYA NON!!” kata Mbak Ayu(k) bersemangat sambil
membawa Strawberry Cheesecake dengan lilin 1 dan 6 tertancap diatasnya. “Make a
wish dulu dong Char,” kata si kakak mengingatkan. “Semoga kita berlima bisa
terus bersama, aminn!” mereka pun bersorak gembira setelah Charlotte meniup
kedua lilin warna merah itu.
“Foto dulu foto dulu.. Walaupun nanti kita tidak bisa berkumpul
bersama, kita harus selalu ingat bahwa selalu ada Papa, Mama, Kak Lin,
Charlotte, dan anggota kita yang baru, Mbak Ayu(k) dalam hati kita
masing-masing. Kalau merasa rinduu sekali, setidaknya kita semua ‘tersimpan’
dalamsatu tempat yang sama yang dapat dibawa bersama kita kemanapun kita pergi,
yaitu sebuah foto, sebuah kenangan, sebuah momen, sebuah kerinduan dan harapan
untuk bertemu kembali..” “Ah puitis banget sih, Pa….” “Mantapp Boskuu!” “Ayo
ayo kita foto, pake kamera kakak aja yaa,”
“Tuhan sungguh penuh kejutan! Hidupku memang penuh ketidakpastian,
namun jika percaya dan mengandalkanNya, semuanya kan terjamin. Jika kita sabar
menanti waktuNya, semuanya kan indah. Tuhan itu baik, semua dalam kendaliNya,
ia tak kan menelantarkan anak-anakNya. Trimakasih ya Tuhan untuk kedatanganMu
ke dalam dunia ini. KasihMu mengubah hatiku yang manja dan egois ini untuk
semakin bertumbuh dewasa di dalamMu, untuk semakin rela berkorban dan sabar.
Hidupku bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Trimakasih untuk tahun
2016 yang begitu indah, walau penuh misteri. Kekecewaan, kegeraman, kelelahan
mewarnai tahun ini. Namun kekaguman, rasa syukur, keindahanlah yang lebih dominan
kurasakan. Kiranya di tahun 2017 mendatang aku lebih banyak bersyukur timbang
mengeluh, karena aku yakin semua yang Tuhan ijinkan terjadi di hidupku baik
adanya, termasuk yang kelihatannya tidak mengenakan, tapi pasti ada pelangi
sehabis hujan aminn God bless all of us :) Happy new year!!^^ ,” itulah yang
ditulis Charlotte di facebooknya saat malam tahun baru.
Malam tahun baru itu ia habiskan di apartemen kakaknya selama di
London. Sebenarnya Kak Lin sudah sampai di Indonesia sejak 18 Desember, namun
ia menginap di rumah teman lamanya di Surabaya sekaligus membantu pelayanan
Natal di gereja temannya itu. Kak Lin
merahasiakan kedatangannya pada Charlotte agar menimbulkan kesan kalua ia
sangat sibuk ketika ia mengirim pesan saat Hari Natal bahwa ia masih ada ujian
praktik kemungkinan sampai tahun baru sehingga kemungkinan ia tidak bisa
menemui Charlotte dan keluarganya langsung, ia hanya bisa mengucapkan ”Selamat
Natal dan Tahun Baru” lewat email tersebut. Kak Lin juga pura-pura lupa kalua tanggal
27 Desember, adik kesayangannya itu genap berusia 16 tahun, padahal sebenarnya
ia dibantu temannya membuatkan kue ulang tahun untuk Charlotte. Beda lagi
dengan mama dan papa yang memang benar-benar sibuk dan baru bisa mengambil cuti
tanggal 24 Desember namun tidak mereka ambil karena mereka menuruti saja
strategi Kak Lin untuk memberikan surprise Charlotte. Namun semua kekecewaan
dan perasaan kehilangan Charlotte terbayar ketika Kak Lin mengajak mereka
sekeluarga termasuk Mbak Ayu(k) untuk menikmati tahun baru dan beberapa hari di
London. Impian Charlotte untuk merasakan
salju yang sebenarnya pun terwujud.
“Kira-kira kado Natal apa ya yang akan aku terima dari Tuhan di
2017 nanti? Ah, lihat sendiri sajalah nanti. Nikmati saja saat sekarang ini,” piker
Charlotte dengan penuh ungkapan syukur dan kekaguman pada pemandangan yang ada
di depannya, tahun baru bersama keluarganya dan warga Kota London.
Komentar
Posting Komentar