Langsung ke konten utama

Ester & Easter

Ester adalah seorang siswi SMP yang berulang tahun setiap 27 Maret, dan tahun ini ulang tahunnya bertepatan dengan Hari Paskah. Disekolah, ia mempunyai banyak teman dan termasuk murid yang berprestasi. Di rumah, ia anak kesayangan satu-satunya. Di gereja, ia tergabung dalam tim paduan suara yang selalu tampil dalam setiap perayaan Natal, Paskah, dan berbagai kegiatan gereja. Beberapa siswa juga siswi pun diam-diam mengaguminya. Ada juga yang iri dengan kehidupannya yang tampaknya sempurna dan tak pernah sedih.

Namun mereka tidak mengerti sisi lain Ester... Ia juga mempunyai pergumulan dan kesedihan di dalam hatinya..

"Apa ada yang berbeda dengan ulang tahunku kali ini ya?" tanya Ester dalam hati sambil memandang ke luar jendela. Di kalendernya, pada tanggal 27 Maret 2016, terdapat keterangan "Paskah" dibawah keterangan "ulang tahunku". "Bertepatan dengan Paskah.. Apa mungkin ulang tahunku akan dilupakan?" pikirnya sedih. " Jangan bilang.. Tidak ada kado dan makan bersama.. Masih ada kan acara kaya gitu di ultahku nanti?!"

"Bagaimana jika ulang tahunmu benar-benar dilupakan demi Paskah?"
"Bukankah Paskah lebih penting daripada ulang tahunmu?? Bukankah itu adalah peringatan bangkitnya Ia yang telah menyelamatkanmu??"

Bisikan 'iblis' dan 'malaikat' mulai membingungkan Ester..

"Bener juga..hmm.. Bagaimana,ya.."

"Ester, ayo turun! Makanannya sudah siap!" seru Mama Ester. Walau dengan suara keras, namun nadanya lembut. Ya, begitulah mamanya, ia adalah wanita yang tak mampu berbuat kasar dan tak membiarkan hal kasar terjadi di sekitarnya..

Sesampainya di ruang makan.."Ma, Minggu nanti ini, hari apa,ya? Maksudku, ada event apa gitu" " Hari Paskah, memangnya kenapa?" tanya mamanya dengan wajah polos khasnya. Ester pernah berpikir, wajah ibunya yang polos saat menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak sepolos itu kah yang membuat ayahnya jatuh hati atau malah kesal? Di saat ini, Ester merasa cukup kesal dan kecewa dengan jawaban wanita yang ia sebut sebagai mamanya. Meski merasa kecewa, Ester tetap berusaha memancing, ' mungkin mama lagi bercanda hu ' "hmm Hari Minggu nanti, kita pergi ke mana saja?" "Tentu ke gereja saja. Terus mau ke mana? Ada apa sih, nak? Kok rasanya ada yang aneh sama kamu" 'ampun, mama ini, ga peka..' "aku normal-normal aja kok ma" "hmm jawabanmu ngga normal.." 'kali ini kok peka-_- itu memang istilah baruku kok, ma, hmm'

"Besok kita ke Kebaktian Jumat Agung jam 5 sore, ya!" seru mama sembari Ester bergegas naik ke kamarnya di lantai 2. "Oke, Maa," balas Ester tanpa menoleh sedikitpun pada mamanya yang sedang membersihkan sofa ruang keluarga.

Keesokan paginya..
"2 hari lagi ulang tahunku, tapi sepertinya tak ada yang ingat.." ratap Ester. Tak lama kemudian, hpnya bunyi "cling cling." Ternyata ada sms masuk dari Kak Emilie, guru paduan suara gerejanya,  "Pagi Ester! Jgn lupa bsk lat padus bwt Paskah Minggu ini:) kay?" "kay, Kaa" balasnya. "hoamm..Cek BBM, ah,"

Ester pun mengirim pesan (via BBM) ke beberapa temannya..
"hai:)"
"hallo^^"
"Minggu ini kmu ada acara g?"
"Minggu ini ak main musik di Kebaktian Paskah gerejaku..Memangnya knp?"
"ohh..gpp kok. Cmn nanya:D" 'Yvone pasti sibuk pelayanan seharian' pikirnya

"Minggu ini ak bantu" di gerejaku"-Chika
"Pagi ak ke greja, siang-sore ak kmpul sama klrgaku di rmh tanteku"-Lea
"Ak ke luar kota Minggu ini hehe.. Nanti ak bawain oleh" kok:D"-Sophie
"Minggu ini ak ikut pelayanan di panti asuhan.."-Karen
'semuanya sibuk..Ga ada yang bisa kuajak jalan-jalan..  Seandainya, ulang tahunku tidak bertepatan dengan Paskah seperti tahun-tahun sebelumnya... Ada kado, kue, ucapan..Rasanya seperti diperhatikan oleh semua orang selama sehari..'

"Esterr, ayo siap-siap ke gereja.." seruan mama membuyarkan lamunan sedih Ester.

"Untung saja tidak terlambat," ucap mamanya pelan sesampainya di gereja yang belum terlalu dipadati para jemaat.

Setelah mendapat tempat duduk, Esterpun berdoa sebelum ibadah dimulai, "Tuhan, pimpin kami supaya kami dapat mengikuti kebaktian ini dengan sepenuh hati..Amin."

"Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib, lambang kutuk nestapa cela.. Salib itu tempat, Tuhan Maha Kudus, menebus umat manusia.. Salib itu kujunjung penuh..Hingga tiba saat ajalku.. Salib itu kurangkul teguh.. Dan mahkota kelak milikku.." suara paduan suara sekolah minggu yang sore itu tampil begitu indah dan menyentuh hati sampai seluruh jemaat bertepuk tangan, bahkan sebagian memberikan standing aplause bagi mereka, anak-anak kecil imut bersuara emas.

"Yesaya 53:5 mengatakan: Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukan oleh karena kejahatan kita; Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.. Jemaat sekalian, Tuhan Yesus benar-benar rendah hati dan penuh kasih. Coba Anda bayangkan, jika Ia egois dan memilih untuk tidak menderita demi keselamatan semua orang, termasuk yang mengejekNya, tentu hidup kita tidak senyaman sekarang, dan kita tidak memperoleh kehidupan yang kekal. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita membalas pengorbananNya dengan sepenuh hati mengasihi dan melayaniNya. Kita juga harus mencontoh sikapNya yang rendah hati serta tidak egois.." kata-kata pendeta itu menggugah hati Ester, ia sadar bahwa selama ini, terutama akhir-akhir ini, ia begitu egois, 'Ya,Tuhan, kenapa aku begitu egois?! Padahal Engkau sudah rela berkorban bagiku. Betapa jahatnya aku!'  ucapnya dalam hati.

Malam hari, sepulang gereja, Ester berdoa dengan meneteskan air mata penuh haru dan sesal, "Tuhan Yesus, ampuni aku.. Ampuni keegoisan, kesombongan, keinginanku yang tidak berkenan di hadapanMu. Tuhan..aku sadar, peringatanakan kematian dan kebangkitanMu jauh lebih penting daripada peringatan kelahiranku. Tanpa kebangkitanMu, hidupku pasti tak senyaman sekarang, atau mungkin, aku tidak terlahir dalam dunia ini.. Trima kasih atas teguranMu. Tuhan..aku mau berubah. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin."

Tekadnya pada Tuhan benar-benar ia buktikan. Pada Hari Minggu, 27 Maret, ia dengan semangat bersiap untuk tampil bersama tim paduan suara dalam ibadah Paskah di gereja.

"S'bab Dia hidup pada hari esok. S'bab Dia hidup, ku tak gentar. Karna kutau Dia pegang hari esok. Hidup jadi berarti s'bab Dia hidup.." para jemaat dan pendeta pun bertepuk tangan setelah mendengar suara merdu mereka yang terdengar begitu tulus dan sukacita, bahkan ada beberapa jemaat yang meneteskan air mata karena merasa tersentuh.

'Entah kenapa hari ini aku merasa begitu bahagia. Sepertinya karena aku sungguh-sungguh dan tulus, makanya aku jadi sukacita begini..' pikir Ester seusai kebaktian. Keesokan harinya di sekolah.."Happy birthday, Esterr!" "Kami sengaja pura-pura tidak ingat ulang tahunmu supaya jadi surprise!" "Aku bawa kado buat kamuu" "Maaf kami membuatmu kecewa.." "Jangan lupa traktirannya yaa hehehe bercanda kok hehe"seru kawan-kawannya yang berhasil mengagetkan Ester saat baru membuka pintu kelas. "Hehehe..Makasih makasihh.." 'sejak kemarin ke gereja, aku sudah lupa kalau kemarin aku berulang tahun' Ya, sepulang dari gereja kemarin, Ester menghabiskan waktu dengan mengerjakan PR dan membantu bersih-bersih rumah, sehingga lupa bahwa ia berulang tahun. Sesampainya di rumah, ia dikejutkan dengan kehadiran kakek, nenek, sepupu, om juga tantenya yang semua berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya yang telah lewat sehari. 'Aku percaya.. Tuhan benar-benar menjadikan semua indah pada waktuNya.. Trimakasih, ya, Tuhan..' ucapnya penuh kagum dan syukur.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

[Review Time!] Lister : Belajar Bahasa yang Bikin Betah

Hai para readerss dimanapun Anda berada sekarang. Walaupun saia tak bisa melihat Anda tapi saia percaya Anda ada di sana. Iya, Anda yang lagi liat layar platform digital ini. Masa yang di belakang Anda?? Ehh, hati-hati, di belakang Anda ada siapa tuh... *readers pov: gw block lama2 ni blog -_-" Hehehehe ampun bang. Demi konten intermezo :"v Gimana nih "di rumah aja"-nya? Udah berlumut belum? Mandi dulu gih sana. Oh maap2, author tau kalian nunggu jam 4 sore kan masihan buat mandi. Sama author pun demikian koks :D *now playing: Kali Kedua-Raissa, "cukup sekali saja~~" *readers pov: aku pernah merasa~~ dih koq malah ikutan, ekhem ekhem, gw block lama2 ni blog -_-" Monmaap, jangan dong, author janji udah mau masuk ke topik utama kok, yok bisa yok^^ Kalian gak bosen di rumah aja? Biasanya ngapain sih? Nonton drakor, dracin, drathai, netflix, anime, catatan hati seorang istri? Masak ala-ala? Ketagihan bikin dalgona selama setahun? Stay tune-in nyawa Shopee...