Langsung ke konten utama

Replika Cake dari Wadah Bedak Bekas

Alat & Bahan:
-Wadah bedak bekas
-Lem uhu
-Gunting, penggaris, pensil/bolpen
-Dakron/kapas
-Jarum&benang
- 1 kain flanel coklat muda & 1 flanel coklat tua
-1 kain flanel warna merah
-1-2 kain flanel warna bebas, disesuaikan dengan warna cake yang ingin dibuat
-Manik-manik / hiasan kecil tokoh kartun

Langkah pembuatan:
1. Buat 2 pola lingkaran berdiameter 7 cm menggunakam kain flanel (warna sesuai cake yang ingin dibuat)
2. Lalu buat pola persegi panjang dengan panjang 14 cm dan lebar 4 cm dengan kain flanel (warna sesuai cake warna apa yang ingin Anda buat)
3.Tempelkan 2 pola lingkaran & 1 pola persegi panjang tersebut pada wadah bedak bekas
4. Selanjutnya, buat hiasan cherry dari flanel warna merah, lalu isilah dengan kapas/dakron
Hiasan cherry bisa juga diganti dengan strawberry / buah lainnya

5. Buat hiasan astor (semacam biskuit roll) dari flanel dengan petunjuk seperti berikut:

6. Bisa juga Anda beri hiasan tokoh kartun atau manik-manik di atas replika cake yang Anda buat agar lebih menarik & lucu

Replika cake dari wadah bedak bekas pun sudah jadi^v^

Selain menjadi replika cake, wadah bedak bekas yang sudah dimodifikasi ini juga dapat dijadikan tempat perhiasan lho...

Sekian tips(?) dari saya, semoga bermanfaat & Anda berhasil membuatnya =)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

Lantas, Mau Dibawa Kemana?

 "Dosa dunia hapuslah Oleh kasih-Nya yang Kudus Aku pun dibasuh-Nya Oleh darah-Nya yang kudus" — Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) 38 Artikel ini ditulis tepat saat Hari Raya Paskah, 5 April 2026. Ini adalah perayaan Paskah ke 26 yang kualami dalam hidupku. Kalau ditanya wartawan, bagaimana perasaanku saat ini? Ada senang, semangat, karena merayakan kebangkitan Tuhan Yesus, tapi di balik itu, ada bingung, mau di bawa kemana semangat ini? Beberapa detik ada takut kalau nanti jatuh ke lubang yang sama, takut kalau aku 'menyangkal'-Nya lagi, takut dengan pencobaan dan ujian-ujian iman di waktu mendatang, yang membuat berpikir "kalau bisa segera aja datang kembali laginya ya Tuhan" hahah Menulis ini pun gatau mau arahnya kemana, tapi rasanya seperti ada dorongan untuk memulai menulis kembali, sengelantur apapun itu, wes, Tuhan yang pimpin. Aku diingatkan, kalau Tuhan gaminta aku 'membayar utang', Dia sudah melunasi-Nya, toh sampai sebaik apapun aku, tidak ak...