Langsung ke konten utama

Natal Charlotte

"Bentar lagi 25 Desember. Natal ku yang ke 12, natal yang ke 2 tanpa kakak. Kak Lin pasti senang di London, mungkin di sana lebih meriah & seru. Ahh.. senangnya bisa merasakan White Christmas.." pikir Charlotte sambil membayangkan betapa asiknya menikmati salju dan dapat melihat berbagai hiasan Natal warna-warni. Sebenarnya, sudah sejak kelas 2 Charlotte ingin ke Eropa saat bulan Desember supaya ia bisa bermain salju dan melihat kerlap-kerlip kota disana menyambut Natal. Kakaknya, Elina, berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri jurusan sastra bahasa Inggris. 

Sejak SMP, Elina sudah belajar keras untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Elina pernah berkata pada Charlotte kalau ia bercita-cita menjadi menteri luar negeri atau duta atau mungkin menjadi guru Bahasa Inggris yang sabar sehingga dapat meningkatkan kualitas bahasa Inggris rakyat Indonesia, tidak seperti guru Bahasa Inggris SD dan les-lesan nya yang cenderung galak dan kurang dapat mengerti perasaan & pemikiran siswanya. "Ia terlalu kaku & keras kepala. Masa dia salah lalu kami mengingatkan baik-baik, dia malah gengsi. Terus saat kami ditanya tentang dekorasi Natal yang cocok untuk kelas les kami, dia menolak ide kami dengan kasar. Kami sarankan ada yg menyumbangpohon Natal kecil, menurut dia itu merepotkan, padahal Melisa mau meminjamkan miliknya. Akhirnya dia yang memutuskan sendiri kan? Kenapa tadi tanya pada kami. Kelas Inggris Miss Claire malah sepakat patungan untuk membeli pohon Natal kecil yang dapat disimpan untuk tahun-tahun berikutnya. Guruku itu memang sulit diajak kerja sama. Guru Inggris di kelasku juga gitu. Untung dua bersaudara itu teman kecil nenek, kalau mereka bukan siapa-siapa..pasti aku sudah protes langsung di depan mereka!" protes Elin panjang lebar pada suatu sore sepulang les.

"Lin, jangan bilang gitu! Yang sopan, jangan ngeluh terus dong.. Gitu-gitu mereka sudah membantu oprasi mama ngelahirin kamu lho!" kata mama mengingatkan untuk yang ke sekian kalinya tentang hal ini. Elin pun mengalah, ia merasa bersalah karena sudah diperingatkan berkali-kali tentang hal yang sama. Sejak sore itu Elin tidak komplain tentang guru-guru Inggrisnya. Saat SMA, guru Bahasa Inggris di sekolahnya bukan seperti saat SMP, sedangkan guru les nya pindah ke Jakarta untuk menemani saudaranya yang baru kehilangan suaminya, sehingga posisinya digantikan Miss Nathania/ Miss Natha.

Tahun ini memang terasa berbeda bagi Charlotte, ayah, dan ibunya. Mereka tidak lagi mendengar celoteh kakaknya yang kadang seperti mengajak debat. Sekarang kakaknya telah puas karena cita-citanya sekolah di luar negeri tercapai. Selain itu, yang membuat suasana Natal kali ini berbeda di rumah Charlotte yaitu tidak adanya pohon Natal. Ayah & ibunya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing taun ini. "Sudahlah,Char. Natal itu yang penting hati bukan pohon cemara," kata ibu pada awal Desember. Ayah dan ibunya mendapat libur Natal mulai 3 hari sebelum Natal dan akan kembali kerja 2 hari setelah tahun baru.

Walaupun Charlotte sering merengek-rengek ingin memasang pohon Natal karena ingin seperti teman-temannya, namun kali ini ia sadar dan setuju dengan perkataan mamanya. "Iya, Natal kan untuk memperingati hari lahir Tuhan Yesus. Yang diperluin kan hati yang baru, yang mau menerimaNya, yang lebih baik dari sebelumnya. Pohon Natal dan hiasan-hiasan lainnya itu kan untuk memeriahkan saja, tanpa itu Natal kan tetap ada," renung Charlotte. Tahun ini ia belajar banyak hal, tidak egois, tetap bersyukur, tidak iri hati, dan masih banyak pelajaran hidup lainnya yang ia terima & rasakan manfaatnya saat ia memiliki sikap-sikap hidup tersebut.

Walaupun kebiasaan dan suasana Natal tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun ia bersama orang tuanya tetap ke gereja pada hari Natal. Kali ini Charlotte berjanji akan lebih memaknai firman yang disampaikan, ia akan merenungkannya dan berusaha untuk melakukannya. Ia juga berdoa untuk kakaknya agar sekolahnya lancar dan tetap berprestasi. Ia sangat merindukan kakaknya walaupun sebelumnya ia selalu iri pada kakaknya yang lebih berani, punya banyak teman, dan berprestasi. Sementara Charlotte lebih tertutup, temannya terbatas namun ia juga berprestasi tapi tak pernah mengikuti perlombaan.

Ia ingin ikut pelayanan di gereja seperti kakaknya yang pandai menyanyi sehingga sering menjadi singer saat kebaktian dan perayaan Natal. Ia sempat bersikeras ingin mendampingi kakaknya menyanyi karena suaranya juga lumayan enak, tapi kakaknya mengingatkan kalau ingin pelayanan ia harus tulus bukan ingin diliat orang atau terpaksa. Charlotte pun mengakui keinginannya itu hanya karena terpaksa, bukan kerinduan hatinya. Dari kejadian itu ia juga sadar kalau kemampuannya mungkin tidak di bidang musik seperti kakaknya. Sampai sekarang, ia belum menemukan bakat yang sesuai. Namun ia tak bosan-bosannya berdoa agar Tuhan membantunya menemukan bakatnya yang bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Menurut Charlotte, bulan Desember ini diwarnai dengan perenungan. Dan ia merasa ingin berbagi kata-kata motivasi pada orang lain melalui tweetnya di twitter. Beberapa teman ada yang memuji dan mendukung hobinya tersebut. Ia pun bahagia bisa membuat orang lain bahagia. Akhirnya pada malam Natal kata-kata bijak yang ia bagikan setelah merenung & mendengar ucapan pendeta pada kebaktian Natal di sekolahnya adalah:

"Sukacita dalam kesederhanaan. Natal pertama(Kelahiran Tuhan Yesus) adalah Natal yang sederhana namun itulah sukacita Natal yang sejati."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Lagi Kalau Bukan

Hari-hari ini, jam tidurku sedikit karena melembur mengejar penyelesaian pekerjaan kantor. Aku heran kenapa bisa selama itu, sepertinya karena aku mudah terdistraksi atau hilang fokus. Ketika aku mengerjakan satu pekerjaan, tiba-tiba teringat jobdesc lain, dan seketika melanjutkan pekerjaan lain. Tapi pernah juga, aku coba untuk tarik nafas, coba menutup telingaku dengan mendengar musik. Tenang dan fokus. Ternyata aku bisa menyelesaikan satu kerjaan tersebut hanya dalam hitungan menit yang ketika aku tidak fokus, bisa berjam-jam. Lalu tadi pagi, aku sakit perut. Biasa, masuk angin, pikirku. Karna tidak tidur dengan proper (ketiduran saat bekerja) dengan AC yang menyala, aku sering mengalami ini. Sudah tahu ujungnya akan berakhir ke toilet dan mengeluarkan pup dengan bentuk tidak solid. Tapi tadi pagi, tidak semudah itu dia keluar. Sempat tersumbat. "Aku harus serius rajin makan buah deh," pikirku. Pikiran yang hampir selalu baru muncul saat sudah terlanjur saluran pembuangan ...

Selembar Halaman Refleksi

 Happy niu year duniaa Gilaa udah 2021!! kemarin 2020 rasanya berat-tapi-cepet juga ya... emang cuman 2 bulan, Januari, Februari, sisanya latihan akhir jaman x.x *woe:v Mungkin di pertengahan atau di suatu saat di 2020, ada dari kita yang merasa, "YA TUHAN AKU NDAK KUAT, aku udah ndak punya siapa2, kenapa aku juga ndak diambil ajaaa" "YA TUHAN KENAPA harus aku yang ngalamin ini" "YA TUHAN aku mau JALAN2" "YA TUHAN kangen, sudah nggak kuat lagi menahan rindu ketemu sama temen-temen" "YA TUHAN kapan bisa liburan" "YA TUHAN kapan aku bisa pulang, ketemu keluarga" "TUHANN kapan sih kembali kayak dulu? Gak bisa kah semua menyenangkan kayak biasanya aja??" "DUH TUHAN aku udah pingin ini dari lama, kenapa kok batall?! Udah aku rencanain matang2 lho...eman ee, mboh wess" "YA TUHAN boyokku sakitt ndak kuat lagi di depan laptop tapi masih ada rapat lagi besok" "YA TUHAN kenapa orang sebaik dia Kau pang...

[Review Time!] Lister : Belajar Bahasa yang Bikin Betah

Hai para readerss dimanapun Anda berada sekarang. Walaupun saia tak bisa melihat Anda tapi saia percaya Anda ada di sana. Iya, Anda yang lagi liat layar platform digital ini. Masa yang di belakang Anda?? Ehh, hati-hati, di belakang Anda ada siapa tuh... *readers pov: gw block lama2 ni blog -_-" Hehehehe ampun bang. Demi konten intermezo :"v Gimana nih "di rumah aja"-nya? Udah berlumut belum? Mandi dulu gih sana. Oh maap2, author tau kalian nunggu jam 4 sore kan masihan buat mandi. Sama author pun demikian koks :D *now playing: Kali Kedua-Raissa, "cukup sekali saja~~" *readers pov: aku pernah merasa~~ dih koq malah ikutan, ekhem ekhem, gw block lama2 ni blog -_-" Monmaap, jangan dong, author janji udah mau masuk ke topik utama kok, yok bisa yok^^ Kalian gak bosen di rumah aja? Biasanya ngapain sih? Nonton drakor, dracin, drathai, netflix, anime, catatan hati seorang istri? Masak ala-ala? Ketagihan bikin dalgona selama setahun? Stay tune-in nyawa Shopee...