[PART 1]
"Kenapa Dengan Bonsai itu?"
Sabtu pagi. Seperti biasa, Verin berjalan dengan wajah cemberut dan tangannya mengepal seperti ingin menghantam sesuatu bahkan seseorang. Selama menyusuri lorong lantai 2, wajahnya penuh dendam. Wajar saja, telinganya yang kecil itu baru mendengar kata-kata yang menusuk bagai pisau dari si gadis tinggi, Evy. "Hei, pemurung! Pergi sana!! Nanti kau mematahkan semangat kami dengan wajahmu yang cemberut itu! Lebih baik kamu keluar kelas dulu buat refreshing. Bosan aku melihatmu yang tak pernah ceria!" Kata-kata itu berdenting keras dalam hati Verin seperti bunyi jam yang menunjukan sudah pukul 12 malam pada Cinderella.
Saat menangis di depan kelas 9 Bonsai -sebutan kelas 9B, tak sengaja ia melihat seberkas cahaya dari bonsai yang menjadi ikon kelas 9B. "Apa itu? Apa hanya halusinasiku saja ya?? Hmm..sudahlah. Mungkin itu gliter atau mungkinkah itu kaca tersembunyi? Hish.. entahlah. Bukan urusanku," kata Verin dalam hati yang semula penasaran menjadi cuek dengan bonsai yang dikabarkan sebagai bonsai ajaib.
Kelas 9B dihuni oleh gadis-gadis yang ceria dan cerdas, seperti Anna, Florence, Clara, Quenia, Ivone, Vive, Meredith, Shenna, Rinka, Tashia, Joylee, Yerita, Faby, Emilie, Fanny, Tina, Belinda, Ivani, Felice, Cherry, Viane, Riana, Isabelle, Natasha, Mia, Jenita, Liona, Fione, Anastasya, Kate, Deline, Gitania, Hillary, Agnessa, Elysse, Livia, Phoebe, Uranium, Veronicca, Dania. Kelas ini paling banyak muridnya. Secara bergantian, sesuai jadwal yang ditentukanwali kelas mereka-Bu Siska, mereka menyirami bonsai itu. Bahkan Vive sering mengabadikan momen pertumbuhan si bonsai dengan kamera uniknya. Mereka semua memang terlihat kompak.
"Kenapa, sih, Evy? Bukannya dulu dia teman dekatku?? Sejak berteman dengan Rieke yang sok itu, dia jadi kejam & sensitif sama aku! Aku envy dia bisa dapat sahabat baru disaat kita tidak sekelas..Tapi, apa aku berlebihan jika setahun kemudian aku menegurnya karema tingkahnya jadi seperti Rie? Nggak kan?!" gerutu Verin dalam hati. Sementara itu, terdengar suara Emilie meminta izin keluar kelas kepada Bu Dafny, namun itu tidak dihiraukan Verin. "Lho, kamu kok disini? Bukannya kamu Verrina Amanda kelas 9D? Kamu diusir gurumu?" tanya Emilie yang mudah penasaran. "Eh..nggak..ehm, aku lagi kesel sama temenku, jadi aku keluar kelas buat nenangin hati, terus waktu lewat sini aku g sengaja liat bonsai yang katanya ajaib ini, aku penasaran, entah kenapa aku nyaman di sini. Kebetulan juga di kelasku lagi free time jadi gak ada yang merhatiin kalo ada yang kluar kelas," jelas Verin. "Wah enak sekali free time..eh, pasti kata-kata temenmu itu nyakitin.. hmm, ikut aku jalan ke toilet aja sambil ngobrol-ngobrol sekalian nunggu bel istirahat. Nanti kalo kamu di depan kelas malah ketahuan kalo kamu keluar kelas pas jam pelajaran." "Hmm..oke deh..". Mereka pun setuju jalan bersama sambil Verin menceritakan masalahnya pada Emilie yang terkenal bijak memberi solusi di kelasnya.
"Ohh..jadi kamu tengkar sama sahabatmu?" "Lebih tepatnya mantan sahabatku. Dulu dia baik, sekarang dia jadi sombong gara-gara pengaruh temen barunya si Rieke Angeline!" ujat Verin geram. "Ohh Rieke yang kurus,tinggi,berambut coklat dikepang itu? Dia keliatan cantik.." "Sayangnya hatinya tidak secantik penampilannya," "wah.. sudah-sudah jangan kesel lagi..sorry kalo aku nyuruh kamu cerita lagi, jadinya kamu emosional sekarang.." kata Emilie merasa bersalah. "Justru dengan cerita ke kamu aku merasa lebih lega daripada aku pendam sendiri. Makasih, ya, kamu mau dengar curhatku," "hehehe sama-sama, aku juga sering denger cerita temen-temen seperti ceritamu ini." "kringg kringg.." suara bel istirahat pun terdengar nyaring di dekat toilet lantai 2. "Hah..udah istirahat. Ayo ke kelasku. Nanti aku kenalin sama anak-anak 9Bonsaii.. Mereka juga punya cerita yang beragam, mungkin ada yang cocok sama kamu," "hmm..oke,"kata Verin yang menyetujui ide Emilie.
(To be continued..)
Komentar
Posting Komentar